This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juli 2019

BENIH TANPA KALKULATOR



Seorang mahasiswa berusia 18 tahun sedang berjuang membayar biaya kuliahnya. Dia seorang yatim piatu, dan kebingungan mencari cara untuk melunasi biaya itu. Suatu saat muncul sebuah ide cemerlang di benaknya. Dia dan seorang temannya memutuskan untuk mengadakan sebuah konser musik di kampus dengan tujuan menggalang dana demi kuliah mereka. Mereka berhasil mengontak pianis terkenal: Ignacy J. Paderewski. Manajernya meminta pembayaran sebesar $2.000 untuk pertunjukan piano yang akan ditampilkan Paderewski. Mereka pun berhasil mencapai kata sepakat.
Kedua mahasiswa itu pun mulai bekerja agar konser musik ini berjalan sukses. Hari yang ditunggu-tunggu tiba juga. Paderewski tampil memukau di Stanford. Sayangnya, pertunjukan itu ternyata tidak begitu laris manis. Kedua mahasiswa itu hanya berhasil menjual sekitar sepertiga tiket yang disediakan. Total penjualan yang terkumpul juga hanya senilai $1.600.

Dengan perasaan kecewa, mereka berdua mendatangi Paderewski dan menjelaskan keadaan mereka. Tak lupa mereka membawa seluruh uang hasil pertunjukan, sebesar $1.600, beserta sebuah cek dengan nilai $400 untuk memenuhi perjanjian kontrak. Mereka berjanji untuk membayarkan cek itu secepat mungkin.
“Tidak,” kata Paderewski. “Saya tidak terima ini.” Lalu, cek itu dirobeknya, dan dikembalikan uang sebesar $1.600 itu sembari berkata pada kedua mahasiswa itu, “Ini uang konser kalian. Tolong kurangi dengan biaya yang sudah kalian keluarkan. Sisihkan uang yang kalian butuhkan untuk upah kalian sendiri. Dan berikan sisanya padaku.” Kedua mahasiswa itu begitu terkejut, dan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih.

Bagi Paderewski, tindakan kebaikan itu tidak seberapa. Tapi apa yang telah dilakukannya itu jelas menandakan bahwa Paderewski adalah seorang manusia yang luar biasa. Di kemudian hari, dia menjadi Perdana Menteri Polandia. Tak diragukan lagi, dia adalah pemimpin yang hebat. Tapi sayangnya, saat dia memerintah, negerinya porak-poranda karena dampak perang. Ada lebih dari 1,5 juta orang yang menderita kelaparan di Polandia, dan tidak ada dana tersisa untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi rakyat. Paderewski tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa. Tapi akhirnya dia berhasil meminta bantuan pada US Food and Relief Administration (Badan Pengawas Makanan dan Bantuan Amerika Serikat).

Saat itu pemimpinnya bernama Herbert Hoover, yang di kemudian hari menjadi Presiden AS. Hoover setuju untuk membantu dan segera mengirimkan berton-ton gandum untuk memberi makan rakyat Polandia yang kelaparan. Sebuah bencana kemanusiaan besar pun berhasil dicegah. Paderewski lega sekali. Dia putuskan untuk menemui Hoover dan secara langsung berterima kasih padanya. Ketika Paderewski mulai mengucapkan terima kasih kepada Hoover atas tindakannya yang mulia, Hoover cepat-cepat menyelanya dan berkata, “Anda tak perlu berterima kasih Perdana Menteri. Anda mungkin tidak mengingat kejadian ini, tapi beberapa tahun lalu, Anda sudah menolong dua mahasiswa muda menyelesaikan kuliahnya di AS. Saya salah satunya.”


Tabur benih (kebaikan) tanpa harus tenteng kalkulator (perhitungan) untung rugi, alam akan mencatatnya.

andrie wongso
Share:

Rabu, 03 Juli 2019

PERBEDAAN ITU KEKUATAN KITA


Theodore Permadi Rachmat membuka buku catatannya. “Saya tadi sempat membuat list [daftar],” ujarnya ketika menerima wawancara Bisnis di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta
Selatan, pada Senin (9/1/2017).

Pemilik sekaligus pendiri kelompok usaha Triputra Grup itu menyebut sejumlah nama dari buku catatannya. Semuanya nama-nama sangat dikenal di dunia bisnis di Indonesia.
Benny Subianto, kolega sekaligus kompanyonnya men jadi nama pertama yang disebut. “Kami datang dari dua keluarga yang berbeda, dua lingkungan yang berbeda, saya orang China, orang Katolik, Pak Benny Islam, Jawa, kok bisa akur [selama] 45 tahun sampai [Pak Benny] meninggal. Sekarang kerja sama diteruskan oleh anak-anak saya dan anak-anaknya,” katanya mengawali obrolan.
Lantas, dia menyebut sejumlah perkawanan yang ‘akur’ dalam membangun usaha kendati berlatar belakang keyakinan dan etnis yang berbeda. “Sudono Salim, Djuhar Sutanto, Sudwikatmono, dan Ibrahim Risjad. Kalau enggak ada empat orang itu, belum tentu ada Salim Grup.”
Lantas, keluarga William Soeryadjaya dengan Mochammad Teddy Thohir. Semua nama itu dicontohkan pengusaha yang akrab disapa T.P. Rachmat atau Teddy itu sebagai sosok yang mampu membesarkan bisnis secara bersama-sama kendati memiliki latar belakang keluarga, keyakinan, dan dari suku yang berbeda.
Mengapa pesan itu begitu kuat disampaikan T.P. Rachmat? Karena dirinya menyadari dalam waktu kurang lebih 2 bulan terakhir, Indonesia menghadapi keadaan yang kurang menyenangkan. Perbedaan yang mengarah kepada suku, agama, dan ras (SARA), cenderung menonjol. Antarkelompok dan pribadi saling menghujat. Kebencian marak disebarkan.
Teddy ingin membawa pesan, semestinya perbedaan yang memang mewarnai Indonesia harus dihadapi dengan besar hati. Perbedaan bukan sarana untuk meruntuhkan bangsa, melainkan menjadi satu semangat untuk membangun Indonesia.
Nama-nama yang disebutnya, tidak semuanya memiliki keyakinan yang sama. Tidak semuanya pula berangkat dari keluarga dan latar belakang ekonomi yang sama pula.
Dengan segala perjuangannya, mereka mampu membesarkan perusahaan yang dirintis bersama. “Dengan kejadian [berpulangnya] Pak Benny, saya kira ini suatu kesempatan untuk berbagi sejarah, berbagi rasa, [berbagi] pengalaman saya bersama Pak Benny,” katanya.
Dia mengaku mengenal Benny Subianto pada periode 1965—1966 saat sama-sama menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). “Sama-sama nyontek lah, terus terang. Tetapi dengan sama-sama nyontek, saya tahu karakternya baik karena orang lain kalau mau nyontek ditutup-tutupi, kalau dia bagi-bagi saja, itu kan tandanya orangnya suka berbagi.”
Pada 1998, Teddy direkrut oleh William Soeryadjaya, lalu dikirim untuk belajar ke Belanda. Sepulang dari Belanda, orang pertama yang dipanggilnya adalah Benny Subianto.
“Saya masuk 1 September, dia 1 Oktober bedanya 1 bulan. Kami berdua yang mendirikan UT [PT United Tractors Tbk.]. Kalau saya pegawai nomor satu, dia [Benny] pegawai nomor dua.”
Oleh Om William, William Soerjadjaya biasa begitu disapa, keduanya diberi rumah di Jl. Juanda 3 No. 11. Rumah itu pula yang dijadikan kantor saat pagi hingga siang hari. Sementara itu, jika malam tiba dijadikan tempat menginap.
“Karena semua mulai dari nol, kendaraan juga Lambretta. Lambretta lebih murah dari vespa saat itu.”
Dengan cikal-bakal itu pula, keduanya terus bekerja sama dan sukses dalam meniti karier bisnis.
Oleh majalah Forbes, Teddy T.P. Rachmat disebut sebagai salah satu orang terkaya Indonesia dengan aset sekitar US$2 miliar. Sementara itu, aset sejawatnya Benny Subianto sekitar US$1 miliar.
“Saya berpikir, Indonesia akan lebih maju kalau kita tidak konsentrasi kepada perbedaan dan saling menghujat. Kita konsentrasi ke kerja sama.”
sumber : bisnis,com
Share:

Rabu, 26 Juni 2019

SIAPA MALAIKAT PENJAGA AKU ?


Kisah percakapan bayi dengan Tuhan saat bayi sebelum lahir (imajiner)
Suatu ketika. Seorang bayi siap dilahirkan ke dunia, menjelang diturunkan … Dia bertanya kepada Tuhan :
bayi : “Tuhan, para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi…. bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah”
Tuhan : “aku telah memilih satu malaikat untukmu.. ia akan menjaga dan mengasihimu”
bayi : “tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia”
Tuhan : “malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia”
bayi : “dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?”
Tuhan : “malaikatmu akan mengajarkan.. bagaimana cara kamu berdoa”
bayi : “saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?"
Tuhan : “malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun”
bayi : “tapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi”
Tuhan : “malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu”
Saat itu surga begitu tenangnya…sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya.

bayi : “TUHAN………. jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku nanti?"
Tuhan : “kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu…… I B U …”
Kenanglah ibu yang menyayangimu..
Sayangi Orang yang telah melahirkanmu..
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi…

Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..
Ingatkah engkau..ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?

Dan ingatkan engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit…
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan..

Ibu… yang ketika kau tak meyuruh untuk mencuci baju kecilmu,
dengan senang dan tanpa marah marah mencium baju kotormu dan mencucikannya untukmu

Lalu bagaimana dengan mu…..
Saat Ibumu memohon pertolonganmu untuk mencucikan bajunya
Di saat kau melupakannya..,, atau,,, mungkin tak memperhatikannya
Ibumu Selalu menyebut namamu lewat nyanyian dan Doa tengah malam 
Kembalilah, mohonlah maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu..

Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang,ketika ibu telah tiada…
Tak ada lagi di depan pintu yang menyambut kita…, tak ada lagi senyuman indah…tanda bahagia..
Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya.. yang ada hanyalah baju yang digantung di lemarinya..
Tak ada lagi..dan tak akan ada lagi.. Yang akan meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya..

Pulang..dan kembalilah segera…peluklah ibu yang selalu menyayangimu..
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik selagi kesempatan itu masih ada

copasan wag
Share:

Jumat, 21 Juni 2019

TANGAN TIDAK DI BAWAH


Suatu malam setelah maghrib, aku mengendarai mobil ke rumah. Tiba2 rasa migren nyeri menyerang kepala hingga aku menepikan mobilku…


Berhenti sejenak menunggu rasa nyeri berkurang, aku berusaha mengalihkan pikiran dengan melihat sekeliling....
Tiba2 kaca mobilku diketuk seorang anak laki2 kira-kira umur 12 tahun.
“Bu… Ibu mau parkir? Saya bantuin untuk parkir mobilnya ya….” katanya...



“Belum sekarang, saya mau istirahat dulu,” jawabku.



“Kalau gitu apa Ibu punya uang 2000 ?” tanya anak itu.



Karena aku sedang tidak mau diganggu, aku buru2 serahkan uang itu. Aku pikir anak ini mungkin cuma mau minta2. Aku amati anak itu...dia mendekati tukang gorengan lalu membeli beberapa. Kemudian gorengan itu dia berikan pada sesosok orang tua yang duduk di bawah tiang listrik.
Ketika dia melewati samping mobilku, aku buka kaca dan memanggilnya.



“Eh… dik sini…itu siapa?” tanyaku.



“Gak tau bu… bapak2 tua…, saya juga baru saja ketemu...” jawabnya...



“Loh, tadi kamu minta uang ke saya beli gorengan, kenapa diberikan ke bapak itu ?”



“Oh…saya tadi duduk di situ, ngobrol sama bapak itu. Bapak itu katanya puasa… Tadi saya lihat buka puasanya cuma minum…. Katanya uangnya habis. Hari ini saya nggak jualan koran... Tanggal merah bu.. Jadi ga punya uang.. . Saya cuma ada 1000, kalau beli gorengan cuma dapat 1 kasihan ga kenyang. Makanya saya minta ibu 2000. Biar dapat 3... Ibu mau parkir sekarang ? Saya bantuin parkir ya bu… Ibu kan udah bayar. Kalau saya sebenernya bukan tukang parkir,” katanya tertawa sambil garuk garuk pipinya.



Aku terdiam. Tadi aku pikir anak ini pengemis seperti anak2 yang biasa mangkal di jalan. Ternyata aku salah besar.
“Terus uang kamu habis dong dik?” tanyaku.



“Iya bu… Nggak apa2… Besok bisa jualan koran… Insya Allah ada rejekinya lagi.”



“Kalau gitu Ibu ganti ya uangnya dik … Sekalian sisanya buat jajan…” kataku sambil menyerahkan lembaran uang Rp 20.000,-.



“Nggak usah Bu… Jangan… Ibu saya sebetulnya melarang saya minta2... Makanya saya tawarin ibu parkirin mobil ibu. Soalnya tadi saya kasihan bapak itu aja. Cuma saya bener2 nggak punya uang,” katanya lagi...



“Eh… ibu minta maaf ya tadi salah sangka sama kamu… Kirain kamu tukang minta2” kataku merasa bersalah.



“Saya yang minta maaf Bu… Saya jadi minta uang duluan sama Ibu.. Padahal saya belum kerja.”



“Sama2lah… Ini ambil uangnya… Ini kamu nggak minta, Ibu yang beri...” kataku.



“Nggak Bu, Makasih. Ibu mau parkir sekarang ?” tanyanya lagi.



“Nggak… Ibu nggak usah dibantu parkir,” kataku.



“Beneran Bu ? Soalnya saya mau jemput adik saya ngaji dulu bu… Takut nangis kalau kelamaan telat jemputnya…”



“Udah, sana jemput aja adiknya…” kataku tersenyum.



“Makasih ya, Bu…” katanya setengah berlari meninggalkan saya yang termangu.
Saya menoleh ke tiang listrik, bapak tua itu sudah pergi. Saya lihat dari spion mobil, anak itu berjalan setengah berlari.



Diluar sana banyak orang tidak seberuntung kita, tapi mereka masih memikirkan sesama, masih berusaha bersedekah dan sangat yakin akan jaminan rezeki.



Terima kasih nak, kamu hari ini telah memberikan pelajaran akhlaq yang luar biasa untuk saya … Semoga hidupmu berlimpah berkah dan rezeki....



Saya starter mobilku dan melaju pelan2 menuju rumah.
Aku sediiih dan menangis, kerena belum bisa berbuat banyak untuk sesama...



Mba Lia




Share:

Selasa, 07 Mei 2019

10 ANAK PANAH PEMENANG


Jika ingin tahu apakah Anda memiliki kecerdasan emosional tinggi (EI) atau ingin meningkatkan EI Anda agar berhasil dalam kehidupan dan karir, maka berikut adalah 10 kualitas yang dimiliki orang-orang dengan EI tinggi.
1. Mereka bukan perfeksionis
Menjadi seorang perfeksionis bisa menghalangi menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan. Mengapa? Karena sikap perfeksionis menyebabkan orang kesulitan untuk memulai, menunda-nunda, dan terus mencari jawaban yang tepat. Orang dengan EI tinggi bukan perfeksionis.

Share:

Rabu, 24 April 2019

PRAY 4/SRI LANKA


kemanusiaan yang terluka ...

semoga mundurnya peradaban kehidupan seperti yang terjadi di new zealand, sri lanka dll tidak terulang lagi
Share:

Minggu, 21 April 2019

PASKAH


Jumat Agung membawa pesan positip universal tentang pengorbanan. Kebesaran jiwa seseorang diukur dari seberapa sedia membayar harga (berkorban) dan menukar kepentingan pribadi untuk kepentingan yang lebih besar, bukan diukur dari seberapa hebat, berpengaruh dan berkuasa. Selamat Jumat Agung 19 April 2019 dan Paskah 21 April 2019 bagi sahabat pemenang yang merayakannya

Bangkit, harapan itu nyata
Share: